oh, god you kidding me , but it was fun, dari masalah inspirasi gw yang masih berlibur entah kemana, ga pamit ga balik lagi hehe, dan gw bangun jam 10 malem lihat hp ada pesan baru, itu dari temen gw, dia minta saran dan bantuan, tentang hubungan sama pacarnya yang lagi miskomunikasi, huft gw harus hati-hati banget ngasih saran dan bantuan, gw ga mau hubungan mereka tambah buruk, ya semoga sukses dude !! gw tunggu perkembangannya, dan sekitar jam stengah 12an, gw dapet lagi sms kali ini dari ivonny dia sms pake nomor barunya
-oya, aku buat puisi,kalo ini terinspirasi penuh dari kegalauan mu-
gw langsung buka laptop, ngenet, buka blognya dia chek out on http://vonblazing.blogspot.com/ , ya isinya tentang inspirasi gw, dan mood gw yang hilang buat nulis, nih langsung aja
Yang kunanti adalah...
Dia yang tak lupa singgahi hariku
Kini menghilang,
ditelan, dilumat oleh perasaanku sendiri
Saat dia ada, kemauanku tak pernah sertainya
Saat dia tak ada, aku mencari sampai terpuruk menggebu
Mereka jarang berpadu,
walau sering bertemu
Mereka hanya bersemu,
dalam bimbang tak menentu
Apa maumu? Mau kalian?
Tolonglah hadir bersamaan
Tuk buatku lagi dulu
Yang selalu berkutik diam merangkai
Kata perkata,
yang bertabu maupun yang menggertak menyeru
Perlukah aku lakukan ritual ambigu untuk memanggilmu?
Jangan iyakan
Bisakah kau hadir dengan sendirinya?
Harap iyakan
Kau tercecer atau terbuang atau tersiakan?
Aku tak pernah anggapmu bak air mata yang tercecer sedih
Aku tak pernah buangmu bak kelamnya masa laluku
Aku tak pernah siakanmu bak prosenium teronggok di seberang jalan
Kau ada, kau menyertai, kau hadir!
Kau, yang kunanti, kuharap dapat kembali
Kau...
Kalian... adalah
Inspirasi dan niatanku
Harap baurkan rasamu, dalam rasaku
Dalam ragaku
Kini menghilang,
ditelan, dilumat oleh perasaanku sendiri
Saat dia ada, kemauanku tak pernah sertainya
Saat dia tak ada, aku mencari sampai terpuruk menggebu
Mereka jarang berpadu,
walau sering bertemu
Mereka hanya bersemu,
dalam bimbang tak menentu
Apa maumu? Mau kalian?
Tolonglah hadir bersamaan
Tuk buatku lagi dulu
Yang selalu berkutik diam merangkai
Kata perkata,
yang bertabu maupun yang menggertak menyeru
Perlukah aku lakukan ritual ambigu untuk memanggilmu?
Jangan iyakan
Bisakah kau hadir dengan sendirinya?
Harap iyakan
Kau tercecer atau terbuang atau tersiakan?
Aku tak pernah anggapmu bak air mata yang tercecer sedih
Aku tak pernah buangmu bak kelamnya masa laluku
Aku tak pernah siakanmu bak prosenium teronggok di seberang jalan
Kau ada, kau menyertai, kau hadir!
Kau, yang kunanti, kuharap dapat kembali
Kau...
Kalian... adalah
Inspirasi dan niatanku
Harap baurkan rasamu, dalam rasaku
Dalam ragaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar