SANCTURY SEEKER #3 THE ART OF SEEKING
tiga hari berlalu, kini ia sendirian di tengah-tengah kota besar, ia pernah singgah ke kota ini, tetapi sudah cukup lama semenjak ia menjadi tenar dan ingin melarikan diri dari ketenaran. harta dan karya telah membuatnya setengah gila, dan saat semuanya menghilang, jiwanya pun ikut menghilang, kini ia kehilangan 1 hal yang paling penting dalam hidupnya, lebih dari inspirasinya.
langkahnya diseret keluar dari rumah sakit itu, matanya menjelajah seluruh sudut kota new york, melihat ribuan orang berjalan memadati tengah kota, melihat lampu lalu lintas yang sibuk mengatur kelancaran jalan raya, ia heran melihat orang-orang sibuk dan tak memperhatikan yang lain, di kota sekuler ini tak ada yang tak individualis, memakai jas, sepatu mengkilat, membawa tas kemana-mana.. bahkan hingga malam..
matanya tertuju ke sudut jalan, tepatnya di tengah gang ia melihat kejadian yang berbeda, sangat berbeda, ia melihat seseorang duduk termenung dengan sepeda gayuh tua dibelakangnya dan kira-kira 5 lukisan mengelilinginya. ia tampak santai tak memikirkan apa-apa ia melihat seisi kota dengan pandangan kosong, sama seperti kanvas kosong dan pena yang sedang ia bawa, mario pun berlari menghampirinya.
"hey kau, apa yang kau lakukan disini ??" tanya mario
"lihatlah kota ini ramai, berbau parfum, berbau dollar dan kau tak tahu dengan cara apa kau harus menghabiskan dollar itu dalam 1 detik."
"apa yang kau bicarakan ??"
"aku terlahir di kota ini, dan ini inspirasiku, inspirasi untuk menciptakan karya besat, gedung-gedung, uang, keramaian, mobil-mobil mewah, mereka semua inspirasiku"
"kau sebut ini karya besar ?? ayolah ini hanya lukisan yang dibuat oleh tunawisma gila di pinggir jalan !! tak ada yang spesial" ejek mario
"ya ini karya besar, aku bangga dengan apa yang kudapat, aku bangga dengan hasil inspirasiku, tak ada yang perlu diragukan, tak ada yang perlu dicari lagi, semua ada di kota ini"
mario berfikir, dan memalingkan wajahnya melihat kota besar ini, dia merasa tunawisma ini dapat membantunya mencari inspirasi.
"kau mau ikut aku, maksudku membantuku ??"
"apa yang akan kau ganti saat aku harus ikut denganmu dan menyingkirkan pemandangan indah ini"
"akan ku beri karyaku, seberapapun kau mau !!!"
"memang siapa kau ??"
"kau tak mengenalku ?? oh, berapa lama aku meninggalkan kota ini ??"
"haha aku bercanda, tentu saja aku akan ikut denganmu mario !! penyair gila yang menghilang di tengah ketenarannya !! semua seniman mencarimu !!"
akhirnya mereka berdua mencari, mario memperlihatkan alamatnya, mereka berdua bergegas pergi dengan sepeda, dan tunawisma itu meninggalkan semua karyanya.
"kau tahu alamat yang ada di sini ??" tanya mario
" itu tempat orang asing, aku tak mengetahui apa yang mereka ucapkan, apa yang mereka lakukan di tempat itu, mereka gila"
"tempat apa itu ??"
"entahlah"
gerak roda tua itu berputar tak beraturan, menuju ke alamat yang tak jelas, mencari sebuah inspirasi menjadi motif utama mario dan tunawisma itu, mario berfikir dan terus benrfikir selama perjalanan, ia berfikir kenapa dia bisa ada di tempat ini ?? tempat apa yang dia tuju ?? siapa peter ?? siapa orang ini ?? dimana inspirasinya ?? apa yang hilang dalam hidupnya ??
ia meraba kantong pakaiannya dan menemukan sebuah rosario yang putus,ia teringat dengan rosario itu, "istrinya", memberikan benda itu saat dia sedang menulis sebuah syair, tetapi benda itu selalu dibuangnya, bahkan diputuskannya, ditengah-tengah perjalanan ia menangis,
"anakku apa yang sebenarnya kau cari itu, sebenarnya apa yang sudah pernah kau temui dalam hidupmu" kata tunawisma itu
"lalu apa itu !! dan kenapa kau mau mengantarkanku?siapa kau ? kenapa kau meninggalkan karya-karya mu ? apa yang aku cariiiiiiiiiii !!!!!!!" mario teriak sembari menangis ia sangat emosional
"karya !! mereka tak penting dalam hidupku, kenapa aku harus menyimpannya jika kemudian aku akan menjualnya !!"
akhirnya roda sepeda itu berdecit menggesek jalanan aspal, sepeda itu berhenti dan mario sudah sampai ke alamat yang ia tuju,, mario melihat sebuah bangunan, dan ia juga melihat
"peter !!"
TO BE CONTINUED
Tidak ada komentar:
Posting Komentar